Beranda / Berita

Berubah, DPTHP-2 Kota Malang Menjadi 623.185 Pemilih dan 2.352 TPS

Ditulis Oleh: Putri Tanggal: 7 November 2018


BANTARAN – KPU Kota Malang menetapkan jumlah DPTHP-2 sebanyak 623.185 pemilih, dengan rincian 305.364 pemilih laki-laki dan 317.821 pemilih perempuan pada Jumat (7/11) lalu. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hasil pleno DPTHP-2 sebelumnya.

Penurunan terjadi karena dilakukannya penyempurnaan DPTHP-2. Selama proses penyempurnaan tersebut terdapat 1.528 pemilih yang dicoret karena TMS (Tidak Memenuhi Syarat). Akibatnya jumlah pemilih berkurang, dari 624.713 pemilih pada Rapat Pleno Terbuka tanggal 12 November lalu menjadi 623.185 pemilih. “Sebagian besar dicoret karena terdeteksi ganda dengan pemilih di luar negeri,” ungkap Deny R Bachtiar, Anggota KPU Kota Malang Divisi Perencanaan Data dan Informasi dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan DPTHP-2 pada Jumat (7/12) lalu.

Selain jumlah pemilih, kata Deny, jumlah TPS juga mengalami perubahan. Awalnya di Kota Malang ditetapkan sebanyak 2.343 TPS. Namun dalam Rapat Pleno Terbuka yang digelar di Kantor KPU Kota Malang tersebut, jumlahnya mengalami kenaikan menjadi 2.352 TPS.

Penambahan terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Blimbing bertambah 4 TPS dan Kecamatan Kedungkandang 5 TPS sehingga total terjadi penambahan sebanyak 9 TPS. Penambahan jumlah TPS dikarenakan adanya regrouping pemilih dari 7 kelurahan di dua kecamatan, yakni Bunulrejo, Pandanwangi, Purwantoro, Polowijen, Kotalama, Madyopuro, dan Arjowinangun. “Masing-masing bertambah 1 TPS, kecuali Kotalama yang bertambah 3 TPS,” beber pria kelahiran 09 Desember 1982 ini.

Rapat Pleno Terbuka ini dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Malang, PPK se-Kota Malang, perwakilan peserta pemilu 2019, Perwakilan Lapas Klas 1 Lowokwaru Malang serta Lapas Wanita Sukun Malang.


(Putri)