Beranda / Berita

INILAH PESAN MORAL KPU RI - BAWASLU RI DALAM PERINGATAN NUZULUL QURAN DAN KHOTMIL QURAN BERSAMA KPU/BAWASLU PROVINSI DAN KPU/BAWASLU KABUPATEN/KOTA SE-JATIM

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 7 May 2021


KPU Kota Malang mengikuti kegiatan Peringatan Nuzulul Quran dan Khotmil Quran yang dilaksakan Kamis (6/5/2021) oleh KPU/Bawaslu Provinsi Jawa Timur, dimulai pukul 14.00 WIB secara daring sebagai wahana silaturrahim dan membangun sinergitas antar sesama penyelenggara pemilu, baik di lingkungan KPU ataupun di lingkungan Bawaslu, dan juga antar lembaga terkait. Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua dan Anggota KPU/Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Ketua dan Anggota KPU/Bawaslu Kabupaten/Kota Se- Provinsi Jawa Timur, beserta jajaran Sekretaris KPU/Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan Sekretaris KPU/Bawaslu Kabupaten/Kota Se- Provinsi Jawa Timur.

Ketua KPU RI, Ilham Saputra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum peringatan Nuzulul Quran ini sangat baik untuk direnungi dan diambil pelajaran apa-apa yang terkandung didalam kitab suci Alquran. “Apalagi kegiatan ini diawali dengan khotmil quran, yaitu khataman Al Quran yang diselesaikan secara bersama-sama KPU dan Bawaslu se Jawa Timur,” ujar Ilham dalam sambutannya secara daring, Kamis (6/5/2021).

Ilham mengajak kepada semua jajaran penyelenggara pemilu untuk melaksanakan tugas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kita sebagai penyelenggara pemilu harus mampu menauladani nilai-nilai yang terkandung didalam kitab suci kita, Alquran, supaya selalu terjaga segala perilaku kehidupan kita,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan, bahwa dalam peringatan Nuzulul Quran & Khotmil Quran 1442 H bagi penyelenggara pemilu ada 3 poin. Pertama kejujuran, jujur dalam melaksakan tugas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Kedua disiplin, dalam hal waktu, baik disiplin bagi diri ataupun lembaga, karena selama puasa Ramadhan pun kita dilatih tertib dan tepat waktu, hal ini juga tercermin dari tahapan-tahapan kepemiluan yang harus kita laksakan sesuai tahapan dan waktu serta kegiatan secara tepat dan disiplin. Ketiga kesabaran, bagi seorang penyelenggara pemilu harus mampu bersabar dalam menjalankan tugas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. “Sebagai contoh, sabar dengan hujatan, sepanjang kita bisa memegang teguh aturan yg berlaku dan yakin tidak melakukan kesalahan, maka kita disarankan untuk bersabar sambil memberikan penjelasan yaang baik dan benar,” pungkas Abhan.


(ADMIN)