Beranda / Berita

Kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang tangguh adalah bekal pokok menakhodai secara organisasi serta kelembagaan dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU) di wilayah Kabupaten/Kota se-Indonesia

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 29 September 2019


Jakarta–Kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang tangguh adalah bekal pokok menakhodai secara organisasi serta kelembagaan dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU) di wilayah Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Karakter kepemimpinan dan manajerial merupakan dua sisi yang harus saling melengkapi, dan saling mendukung guna menjalankan roda organisasi kepemiluan.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU RI pada Orientasi Tugas (Orteg) ke IV, kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai jadwal selama 4 hari mulai tanggal 25-29/9/2019, di Hotel Grand Mercure Jakarta.

Ketua KPU RI, Arief Budiman yang hadir didampingi komisioner lainnya pun berbagi pengalaman yang dimilikinya selama menjabat sebagai penyelenggara pemilu. Dia ingin pengalaman tersebut juga diikuti oleh penyelenggara bagaimana memupuk diri menjadi seorang pemimpin (leader), dan juga mengatur (manage) lembaga dalam menjalani tugas kepemiluan.

Pada kesempatan itu Arief, memang hanya menitik-beratkan paparannya pada dua kata tersebut. Bagaimanapun managerial itu maintenance (merawat) sedangkan leader itu develop (pengembangan). “Maintance itu apa yang ada dijaga tapi kalau leader itu menciptakan kreasi dan pengembangan,” ujar Arief dihadapan peserta.

Dia mencontohkan paparannya pada sebuah mobil, jika dilihat dari segi manager berarti hanya menjaga agar selalu terawat, sementara leader dalam hal berfikir dan bersikap bagaimana mobil tersebut bisa menjadi sarana sosialisasi selain dikendarai. “Makanya saya berharap pembekalan menghadirkan peran-peran dua tokoh tadi yakni manager dan leader. Jadi peran sekretaris dan anggota KPU penting dalam pembekalan itu,” kata Arief.

Kepala Biro SDM KPU RI, Lucky Firnandy, yang hadir menyampaikan bahwa tujuan dari Orientasi Tugas (Ortug) untuk membangun anggota KPU yang memiliki prinsip kuat sebagai penyelenggara pemilu. Melalui orientasi tugas nanti akan terlihat bagaimana prinsip kepemiluan dipahami, yaitu mandiri, jujur, adil, keterbukaan, profesionalitas, efisein dan efektif, dapat dijalankan oleh penyelengggara pemilu. “Dan tentu mengedepankan hal-hal prinsip yaitu integritas berkepribadian kuat jujur dan adil,” ucap Lucky.


(ADMIN)