Beranda / Berita

KPU Gelar Rapat Koordinasi Dan Sosialisasi Pilkada 2018 Bersama Stakeholder Pemilu Kota Malang

Ditulis Oleh: Fenny Tanggal: 1 January 2018


BLIMBING - (29/12/2017) bertempat di ballroom hotel Atria Malang, KPU Kota Malang gelar Rapat Kordinasi dan Sosialisasi Tentang Prosedur Pendaftaran Pasangan Calon dan Peran serta Stakeholder dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Malang Tahun 2018. Acara ini dihadari tak kurang sejumlah 100 orang yang terdiri dari pihak Media, Partai Politik, Panitia Pemilihan Kecamatan se Kota Malang, TNI, POLRI, KEJARI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Malang serta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kota Malang.

Dalam kesempatan ini, KPU Kota Malang beserta Ikatan Dokter Indonesia wilayah Malang dan Himpunan Psikologi Inodonesia (HIMPSI) Kota Malang juga melakukan penandatanganan kontrak kerja guna serangkaian test kesehatan dan kejiwaan bakal calon walikota dan wakil walikota Malang tahun 2018 mendatang.
Tak ketinggalan pula, guna memberikan pengetahuan kepada tamu undangan mengenai PILKADA 2018, beberapa materi disampaikan oleh Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Dandim Kota Malang Nurul Yakin, Kepala Kejari Kota Malang Purwanto, dan Ketua KPU Zaenudin.

Materi pertama disampaikan oleh Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengenai netralitas dan peran serta POLRI dalam PILKADA 2018. Asfuri berkata, “POLRI siap membantu mensukseskan PILKADA 2018 serta menjamin terjaganya netralitas anggota PLORI dalam PILKADA 2018”. Seandainya ada anggota POLRI yang terbukti membela salah satu calon atau turut serta dalam pemilihan PILKADA 2018, maka akan saya copot jabatannya, imbuh sang KAPOLRES di akhir pemaparan materinya.

Materi kedua disampaikan oleh Dandim Kota Malang Nurul Yakin, M.A mengenai netralitas dan peran serta TNI dalam PILKADA 2018. Hampir sama dengan materi sebelumnya, Nurul yakin menyampaikan bahwa akan dipastikan TNI akan netral dalam kehidupan politik dan dilarang masuk dalam Politik Praktis sesuai dengan Undang-Undang No 34. “TNI akan menjadikan PILKADA 2018 sebagai PILKADA yang kondusif, sehingga saya menghimbau kepada warga Malang agar tidak terprovokasi saat Pemilu, agar kota malang tetap aman dan tentram” ujar Nurul Yakin kepada audience.

Materi ketiga disampaikan oleh Kepala Kejari Kota Malang Purwanto mengenai peran serta Kejaksaan Tinggi Negeri Kota Malang dalam PILKADA 2018. Purwanto berkata bahwa “yang perlu diwaspadai adalah terdapat beberapa momen yang rawan sengketa yakni saat pendaftaran calon Kepala Daerah, Penetapan DPT, Keputusan Hasail Perhitungan Suara dan Pengumuman Calon Pemenang”.

Materi terakhir diisi oleh Ketua KPU Kota Malang Zaenudin mengenai jadwal dan persyaratan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Malang 2018. Menurutnya, tahun ini sudah dipastikan bahwa calon Walikota dan Wakil Walikota Malang berasal dari Partai Politik, sehingga dihimbau kepada seluruh Partai Politik untuk mencatat tanggal 8-10 Januari 2018 sebagai tanggal penting pendaftaran pasangan calon. KPU Kota Malang sudah siap menerima berkas calon pada tanggal tersebut, tinggal Partai Politiknya saja “Ayo segera dipersiapkan calonnya dan mendaftar sesuai tanggal dan waktu yang telah ditetapkan oleh KPU” ujar Zaenudin.

Acara ditutup pukul 22.00 WIB oleh Ashari Husen selaku moderator, dengan harapan semua tamu undangan yang hadir dapat memahami dan menerapakan seluruh materi dengan baik, guna mensukseskan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Malang 2018.


(Fenny)