Beranda / Berita

KPU Harus Mampu Menyalurkan Energi Positif bagi Generasi Penyelenggara Pemilu Selanjutnya

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 15 August 2019


Mojokerto-Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga negara dalam penyelenggaraan pemilu dituntut untuk memiliki kreativitas tinggi, kaya ide, dan menjadi penyalur energi positif bagi generasi pemilu selanjutnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU RI Arief Budiman saat rapat pengelolaan program dan kegiatan serta anggaran tahun 2020 KPU provinsi dengan KPU kabupaten/kota se-Jatim, Rabu-Jumat (14-16/8/2019), di Trawas, Mojokerto.

Menurut Arief, pemilu selanjutnya harus lebih baik dan berenergi positif, terutama bagi para penyelenggara, khususnya KPU, karena tuntutan teknologi dan tantangan kedepan lebih kompleks.
“KPU harus menjadi penyelenggara yang punya kreasi, kaya ide, efektif efisien, dan mampu memberi energi positif bagi generasi penyelenggara pemilu selanjutnya,” ujarnya dihadapan peserta rapat koordinasi yang diikuti oleh Ketua KPU, sekretaris, Pejabat PPK, bendahara, operator SIMAK BMN dan operator SAIBA KPU kabupaten/kota se-Jatim.

Ia menambahkan, KPU dalam menyusun rencana program kegiatan dan anggaran serta pengelolaan harus sesuai tahapan dan mengacu pada pedoman peraturan perundang-undangan yang berlaku, “Supaya tidak salah dalam menentukan rencana program tahapan kegiatan beserta anggarannya sekaligus pengelolaannya, kalau pun ada penyesuaian tidak terlalu jauh berbeda dengan rencana,” jelasnya sambil mencontohkan beberapa pengelolaan rencana program kegiatan dan keuangan dalam pelaksanaan pemilu di tahun sebelumnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang sistem pengelolaan, pelaporan keuangan, dan kontrolnya dalam memenuhi prinsip efektif efisien tata kelola keuangan pemilu. “Dan semua itu bisa menjadi baik jika direncanakan dan dikelola dengan baik, dikelola dengan energi positif,” ujarnya penuh semangat. “Oleh karena itu, diperlukan sinergitas dan soliditas yang baik pula antara komisioner dengan kawan-kawan sekretariat, terutama yang mengelola keuangan,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan ketua KPU kota Malang Aminah Asminingtiyas, dalam perencanaan dan pemrograman hingga pengelolaan anggaran keuangan harus melihat kebutuhan di setiap tahapan kegiatan pemilu. “Jadi, tidak asal merencanakan program kegiatan dan menganggarkan begitu saja, tapi pengelolaannya pun harus pandai-pandai menyikapi, sebab konsekuensinya bisa fatal karena ini anggaran dana negara,” katanya serius saat dikonfirmasi.

Aminah melanjutkan, perencanaan program dan kegiatan harus disertai juga dengan rencana anggaran serta pengelolaan yang efektif efisien. “Supaya setelah direncanakan kemudian dikelola dan yang di laporkan tidak terlalu jauh berbeda, karena mungkin ada penyesuaian dalam pelaksanaan tahapan kegiatan pemilu tersebut,” pungkasnya penuh bijak. (*)


(ADMIN)