Beranda / Berita

KPU KOTA KEMBALI MENYELENGGARAKAN KPUGTC DENGAN TEMA : DIGITALISASI PENDIDIKAN PEMILIH UNTUK PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN/PEMILU

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 2 December 2020


Pada Hari Rabu Tanggal 2 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang kembali menyelenggarakan kegiatan KPU Goes To Campus dengan Tema Digitalisasi Pendidikan Pemilih Untuk Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan/Pemilu secara dari dalam skema webinar dan podcast. Bertempat di Ruang Perpustakaan Kantor KPU Kota Malang kegiatan KPU Goes To Campus kali ini dimulai pada Pukul 14.00 WIB.

Bertindak selaku narasumber Komisioner KPU Kota Malang Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM Muhammad Toyib, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poilitik Universitas Brawijaya Syahirul Alim, dan Founder Utero Indonesia Dadik Wahyu Chang yang dipandu oleh Ayu Jaya TNS sebagai host serta moderator.

Peserta KPU Goes To Campus kali ini berasal dari mahasiswa dan mahasiswi Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang. Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Muhammad Toyib. Toyib menyampaikan pendidikan pemilih adalah usaha untuk menanamkan nilai-nilai yang berkaitan dengan pemilu dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kepada warganegara yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dalam pemilu atau potensial pemilih dalam rentang waktu kemudian. “Sedangkan partisipasi masyarakat merupakan keterlibatan pemilih pada keseluruhan periode siklus pemerintahan , yaitu pada periode pemilihan dan periode di luar pemilihan,” jelas Toyib.

Pendidikan Pemilih bertujuan untuk meningkatkan literasi politik dan peningkatan voluntaritas. “Bagi Pemilih harus mengetahui cara mengambil sikap dan berpartisipasi dalam sebuah proses Pemilu dan Pemilihan, serta partisipasi Pemilih yang didorong oleh kesukarelaan dan tanpa pamrih,” imbuh Toyib.

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih beberapa strategi perlu diterapkan diantaranya, penggunaan teknologi informasi, pemanfaatan media massa, kerjasama dengan lembaga pendidikan, pemanfaatan aktifitas sosial budaya, menggandeng komunitas hobi di masyarakat, program Rumah Pintar Pemilu, dan membentuk relawan demokrasi. “Strategi pendidikan pemilih tersebut perlu diterapkan agar dapat menyentuh setiap segmen pemilih melalui cara yang tepat disesuaikan dengan berbagai macam kebutuhan, karakteristik, keunikan, serta perilaku yang berbeda, ” terang Toyib

Sementara itu Syahirul Alim menyampaikan bahwa pendidikan pemilih harus dimulai dari sekarang walaupun berjalan dengan grafik naik turun saat ini kalangan pemuda dan masyarakat pun cukup melek dengan literasi politik. “Tantangannya adalah bagaimana menyampaikan kepada pemuda atau masyarakat informasi pendidikan pemilih agar tidak ada miskomunikasi, hal tersebut menjadi tantangan untuk KPU Kota Malang karena bagaimanapun penyampaian informasi yang tepat menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” terang Syahirul.

Founder Utero Indonesia Dadik Wahyu Chang pendidikan pemilih perlu disampaikan dengan konsep sekreatif mungkin sesuai dengan segmentasi masyarakat. Untuk mengembangkan strategi sosialisasi KPU Kota Malang perlu melakukan branding, yaitu kegiatan aktivasi penguatan kelembagaan. Dengan cara melakukan identifikasi, aktivasi, dan evaluasi ketika melakukan pendidikan pemilih dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat. ”Baik secara offline maupun melalui media online turut berperan penting dalam memaksimalkan proses pendidikan pemilih, misalnya mengoptimalkan website dan media sosial KPU Kota Malang,” jelas Dadik.

KPU Kota Malang dapat berkolaborasi dengan lembaga pemerintahan lainnya atau unsur non-pemerintahan serta mengundang influencer media sosial untuk membuat konten - konten digital untuk diterapkan pada pendidikan pemilih. “Pembaharuan atas inovasi dan kreasi terhadap model pendidikan pemilih sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada proses Pemilu, diharapkan pembaharuan ini dapat terlaksana secara efektif di masyarakat dan efisien di kelembagaan KPU Kota Malang sendiri,” pungkas Dadik.

Setelah pemaparan ma
teri oleh para narasumber, Kegiatan KPU Goes To Campus dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta webinar dengan narasumber, kemudian pembacaan kesimpulan oleh host atau moderator, dan penutup. Acara tersebut usai pada Pukul 15.45 WIB.


(ADMIN)