Beranda / Berita

KPU Kota Malang Gelar Rakor Pendataan Pemilih di Rumah Sakit dalam Pemilu 2019

Ditulis Oleh: Admin Tanggal: 31 January 2019


BANTARAN- Menjelang pemilihan anggota legislatif dan Presiden 2019 mendatang, KPU Kota Malang menggelar rapat koordinasi pendataan pemilih di Rumah Sakit, Kamis (31/01/19). Rakor berlangsung di ruang rapat Kantor KPU Kota Malang. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Komisioner Divisi Perencanaan dan Data, Kasubag Perencanaan dan Data, Anggota PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia) kota Malang, Polres Kota Malang dan staf KPU Kota Malang.

Komisioner KPU Kota Malang Divisi Perencanaan dan Data, Deny Rachmat Bachtiar menyampaikan bahwa Pendataan pemilih di Rumah Sakit Kota Malang sesuai dengan amanat UU No.7 Tahun 2017, pemilih yang karena keadaan atau kondisi tertentu dapat difasilitasi Pindah Pilih. Rapat Koordinasi kali ini merupakan sharing mengenai proses dan mekanisme, kondisi Rumah Sakit di Kota Malang, Kapasitas pasien, Petugas/karyawan, Dokter yang pada saat pencoblosan bertugas di Rumah Sakit.

“Rapat Koordinasi pendataan dilakukan dengan pihak PERSI, hal ini dikarenakan PERSI merupakan induk organisasi Rumah Sakit. Sehingga diharapkan lebih mudah mengkoordinir kapasitas pasien, jumlah Petugas/karyawan, Dokter yang pada saat pencoblosan bertugas di Rumah Sakit” terangnya.

Lebih lanjut, Deny memaparkan mengenai Pelayanan di Rumah Sakit, bisa menggunakan A.5 dengan syarat harus terdaftar di DPT. TPS Tambahan bisa dilakukan, jika Jumlah karyawan, dokter, pasien terlalu banyak. Untuk itu, KPU Kota Malang meminta pada pihak PERSI Pendataan jumlah karyawan, dokter, kapasitas pasien di masing-masing di Rumah sakit dilakukan sebelum tanggal 15 Februari 2019 beserta “by name by address”.

Menanggapi permintaan KPU mengenai pendataan jumlah karyawan, dokter, pasien di Rumah sakit pihak PERSI sedikit kesulitan.
“Jika harus menyerahkan jumlah petugas/karyawan, dokter, pasien beserta by name by addres nya, kami kesulitan. Hal ini dikarenakan tidak bisa memastikan karyawan siapa saja yang bertugas pada 17 April 2019. Pembagian shift di Rumah Sakit, biasanya dilakukan satu bulan sebelumnya”, pungkasnya.

Namun pihak PERSI tetap akan mengusahakan untuk mengatur pembagian shift jaga di Rumah Sakit (khusus untuk tanggal pencoblosan yakni 17 April 2019) lebih awal, agar dapat menyerahkan jumlah petugas/karyawan, dokter, pasien beserta by name by addres sebelum 15 Februari 2019.

Sementara ketua bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa menyarankan agar mendata jumlah karyawan Jumlah pasien, Petugas/karyawan, Dokter yang pada saat pencoblosan bertugas di Puskesmas yang terdapat ruang rawat inap. “Perlu dilakukan juga pendatan di Puskesmas yang memiliki Rawat Inap, agar mereka jua terfasilitasi pada saat pencoblosan nanti”, terangnya.


(Admin)