Beranda / Berita

KPU Kota Malang Gelar Rakor Persiapan Kampanye Pemilu Serentak 2019 di Media Sosial

Ditulis Oleh: Admin Tanggal: 14 March 2019


MALANG- Jelang pemilu serentak 2019, selain sosialisasi yang digencarkan, KPU juga mempersiapkan kampanye di Media Sosial. Hal ini dilakukan agar kampanye di media sosial tidak melanggar peraturan perundang-undangan. Rakor ini dihadiri oleh Lo partai politik peserta pemilu, tim pemenangan pasangan calon presiden, tim pemenangan DPD dan media massa. Acara dilangsungkan di Hotel Pelangi pada Kamis (14/03/2019) dimulai pukul 09.00 sampai jam 11.00 WIB.

Komisioner KPU Kota Malang, Ashari Husen membuka acara. Dalam sambutannya ia mengatakan, rakor dalam rangka membahas terkait persiaapan kampanye pada pemilu serentak 2019, difokuskan untuk menyamakan persepsi antara media massa dan LO partai politik dalam rangka persiapan kampanye. Agar tidak menyalahi aturan saat kampanye.

Selanjutnya materi juknis persipan kampanye disampaikan langsung oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Timur divisi sosialisasi, pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat, Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan materi juknis. Ia mengatakan, iklan kampanye di media massa dimulai 24 Maret 2019 sampai 13 April 2019.

Selanjutnya, Gogot menyampaikan cara penyampaian kampanye terdapat dua macam. Pertama, kampanye yang difasilitasi oleh KPU, kampanye yang kontennya harus sesuai persetujuan KPU dan Bawaslu. Kedua, iklan mandiri atau tanpa pembiayaan dari KPU. Diluar dari iklan kampanye yang difasilitasi oleh KPU, peserta pemilu dapat melakukan kampanye secara mandiri melalui iklan kampanye di media cetak, media elektronik, media dalam jaringan, dan media sosial serta lembaga penyiaran.

“Untuk pemasangan iklan di media cetak oleh peserta pemilu paling besar 1 halaman untuk setiap media cetak setiap hari, kemudian iklan di radio paling banyak 10 spot dengan durasi paling lama 60 detik per spot setiap stasiun radio setiap hari, untuk media televisi diperbolehkan memasang iklan 10 spot dengan durasi paling lama 30 detik per spot, sedangkan media daring paling banyak 1 banner untuk setiap media, dan media sosial paling lama 1 spot berdurasi paling lama 30 detik,” jelas Gogot.

Adapun konten iklan yang dibuat, baik iklan yang difasilitasi atau pun iklan mandiri wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika periklanan. Acara diakhiri dengan sesi diskusi tanya jawab.


(Admin)