Beranda / Berita

KPU Kota Malang Sosialisasikan Pencalonan dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Malang Tahun 2018

Ditulis Oleh: Putri Tanggal: 7 January 2018


BLIMBING- Sabtu, (6/1/17) KPU Kota Malang sosialisaikan pencalonan dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Malang tahun 2018 bertempat di Hotel Atria. Sosialisasi pencalonan ini dihadiri oleh Ketua dan sekertaris partai politik yang ada di Kota Malang, Muspida, Ormas, Media, Bakesbangpol, Direktur RS Saiful Anwar dan Stakeholder terkait. Kegiatan sosialisasi yang dimulai pukul 20.00 WIB dibuka langsung oleh Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin.

Dalam sambutannya, Zaenudin mengatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini dimaksudkan agar Partai Politik dan stakeholder terkait dapat menetahui syarat dan mekanisme pencalonan, terutama hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan oleh bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Malang Tahun 2018 mulai dari persyaratan administratif maupun tes kesehatan. Syarat administratif terkait dengan dokmen pendaftaran, ada 5 dokumen pendaftaran yang harus ada dan sah, yaitu Surat Pencalonan, Keputusan persetujuan DPP Parpol tentang persetujuan paslon, Surat pernyataan kesepakatan Parpol/gabungan parpol dalam pencalonan, Pernyataan kesepakatan antara Parpol/Gab Parpol dengan paslon dan Pernyataan kesesuaian Naskah Visi, Misi dan Program paslon.

“Dokumen pendaftaran calon Walikota Harus Ada dan dapat diperbaiki dan Ada 5 dokumen-dokumen pendaftaran yang harus ada dan sah, kalau kurang satu saja ya tetap tidak bisa”, tegas Zaenudin.

Sehubungan dengan sosialisasi pencalonan, dalam acara ini diundang juga sebagai pemateri, Ketua IDI, Ketua BNN dan Ketua HIMPSI. Pada paparannya ketua IDI, Enny Sekar menyebutkan bahwa tugas IDI adalah memeriksa kesehatan jasmani. “calon Walikota dan wakil walikota tidak harus bebas dari penyakit, impairment kecacatan, melainkan stidaknya mereka harus dapat melakukan kegiatan fisik sehari-hari secara mandiri tanpa hambatan yang bermakna dan tidak memiliki penyakit yang diperkirakan akan mengakibatkan kehilangan kemampuan fisik dalam 5 tahun kedepan”, ujar Enny.

Selain itu ketua HIPMSI, Yudi Suharso juga menyebutkan bahwa tes psikologi yang dilakukan untuk calon Walikota dann Wakil Walikota tidak seperti tes masuk kerja. “Kami hanya mengukur Kecerdasan dan kepribadian Calon secara umum, berbeda dengan tes yang dilakukan untuk masuk universitas atau tes masuk perusahaan tertentu yang tes nya lebih spesifik” jelas Yudi. Hasil pemeriksaan kesehatan calon Walikota dan Wakil Walikota nantinya diserahkan pada ketua tim medis RS. Saiful Anwar.


(Putri)