Beranda / Berita

PERINGATAN HARI KESADARAN AUTISME INTERNASIONAL 2 APRIL 2021

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 2 April 2021


Setiap Tanggal 2 April, Dunia Internasional memperingati Hari Autisme Sedunia. Dilansir dari https://www.timesindonesia.co.id/, Autism Awareness Day atau Hari Peduli Autis Sedunia digagas dan disahkan oleh PBB untuk mengingatkan perlunya kesadaran dan dukungan dari masyarakat atas hak orang dengan autisme.

Dilansir dari situs https://gaya.tempo.co/, tema yang diangkat di tahun ini yaitu "Inklusi Di Tempat Kerja: Tantangan dan Peluang di Dunia Pasca Pandemi". Tema ini didasari oleh keadaan di mana Covid-19 menambah ketidaksetaraan pada penderita autisme yang semakin parah. Hari Kesadaran Autisme Sedunia yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disahkan pada 1 November 2007, dan ditetapkan pada 18 Desember 2007 melalui resolusi Majelis Umum PBB 62/139. Peringatan ini diusulkan oleh perwakilan PBB dari Qatar, Mozah Bint Nasser Al-Missned, Hamad Bin Khalifa Al-Thani, Emir Negara Qatar, dan didukung oleh semua anggota dari berbagai negara. Tujuan dibuatnya hari peringatan ini adalah untuk mendorong negara anggota PBB untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak autisme di seluruh dunia. Hal ini diharapkan agar kesadaran akan meningkat sehingga bisa dilakukan diagnosis lebih cepat terhadap para pengidapnya. 

Penderita autisme memiliki hak dasar yang bersifat universal dan langgeng, sehingga perlu dilindungi, dihormati, dan dipertahankan. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sangat menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Hak asasi manusia sebagai hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, juga dilindungi, dihormati, dan dipertahankan oleh Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011. Maka perlindungan dan penyetaraan hak asasi manusia terhadap kelompok rentan khususnya penderita autisme perlu ditingkatkan.

Setiap penyandang autisme harus terbebas dari perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, diskriminasi, merendahkan martabat manusia, serta bebas dari eksploitasi, kekerasan dan perlakuan semena-mena. Selain itu masing-masing individu memiliki hak untuk mendapatkan penghormatan atas integritas mental serta fisiknya berdasarkan prinsip persamaan. Termasuk didalamnya hak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan sosial dalam rangka meningkatkan kemandirian atau pada saat keadaan darurat


(ADMIN)