Beranda / Berita

PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENGENDALIAN PENYEBARAN COVID-19

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 11 January 2021


Alt Image

Dalam rangka mengendalikan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), beberapa daerah di Pulau Jawa dan Bali memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal tersebut dilakukan guna membatasi mobilitas masyarakat, serta mengantisipasi penyebaran varian virus COVID-19 yang baru.

Bentuk pengaturan yang diberlakukan diantaranya membatasi tempat kerja/perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 % dan Work From Office (WFO) sebesar 25 % disertai pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Untuk kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring/online.

Sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 % dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. Kegiatan restoran (makan/minum di tempat sebesar 25% (dua puluh lima persen) dengan jam operasional, untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang dilakukan sesuai dengan jam operasional yang berlaku pada masing - masing daerah. Pusat perbelanjaan/mall juga dikenai jam operasional sebagaimana ketentuan masing - masing daerah.

Untuk kegiatan konstruksi beroperasi 100% (seratus persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. Sedangkan untuk tempat ibadah dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50% (lima puluh persen) dengan penerapan protokol Kesehatan.

Cakupan pengaturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat meliputi provinsi/kabupaten/kota yang memenuhi unsur tingkat kematian diatas rata-rata tingkat kematian nasional, tingkat kesembuhan dibawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional, tingkat kasus aktif diatas rata - rata tingkat kasus aktif nasional, dan tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit (Bed Occupation Room/BOR) untuk Intensive Care Unit dan ruang isolasi diatas 70 %.

Pencegahan penularan COVID-19 tentu juga membutuhkan kerjasama yang baik antara masyarakat dan stakeholder terkait.Selain adanya pembatasan kegiatan, diharapkan masyarakat sendiri juga mengintesifkan protokol kesehatan (menggunakan masker, memcuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan. Disamping itu juga perlu memperkuat tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan.


(ADMIN)