Beranda / Berita

PERINGATAN HARI PUISI NASIONAL 28 APRIL 2021

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 28 April 2021


Bangsa Indonesia setiap Tanggal 28 April memperingati Hari Puisi Nasional. Peringatan Hari Puisi Nasional erat kaitannya dengan peristiwa bersejarah wafatnya Penyair Indonesia, Chairil Anwar pada Tanggal 28 April 1949.

Semasa hidupnya Chairil Anwar menulis banyak puisi yang banyak menggugah semangat dan motivasi bangsa Indonesia. Beberapa karya puisi Chairil Anwar diantaranya, Aku, Diponegoro, Krawang-Bekasi, Sia-Sia, Derai-Derai Cemara, Senja di Pelabuhan Kecil, Doa, Tak Sepadan, Di Mesjid, Cintaku Jauh di Pulau, Cinta dan Benci, Sajak Putih, Selamat Tinggal, Sebuah Kamar, Rumahku, Kepada Peminta-minta, Prajurit Jaga Malam, Hampa, Kawanku dan Aku, Kepada Kawan, Lagu Siul, Tuti Artic, dan Puisi Kehidupan.

Dilansir dari https://id.wikipedia.org/, puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait. Penulisan puisi dilakukan dengan bahasa yang cermat dan pilihan kata yang tepat, sehingga meningkatkan kesadaran orang akan pengalaman dan memberikan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan pemaknaan khusus. Puisi mengandung seluruh unsur sastra di dalam penulisannya. Perkembangan dan perubahan bentuk dan isi pada puisi selalu mengikuti perkembangan selera, perubahan konsep estetika dan kemajuan intelektualisme manusia. Puisi mampu membuat ekspresi dari pemikiran yang mempengaruhi perasaan dan meningkatkan imajinasi panca indra dalam susunan yang berirama. Penyampaian puisi dilakukan dengan bahasa yang memiliki makna mendalam dan menarik. Isi di dalam puisi merupakan catatan dan perwakilan dari pengalaman penting yang dialami oleh manusia.

Lebih lanjut dalam https://www.kompas.com/ disebutkan jenis-jenis puisi terdiri dari puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Macam-macam puisi lama diantaranya pantun, mantra, karmina, seloka, gurindam, syiar, talibun. Sedangkan untuk puisi baru jenis-jenisnya terdiri dari ode, balada, himne, epigram, romansa, elegi, satire, distikon, terzina, kuatren, kuint, sekstet, septima, oktaf/stanza, dan soneta. Sedangkan puisi kontemporer terbagi menjadi mantra, mbeling, dan konkret.


(ADMIN)