Beranda / Berita

Persiapan Alat Bukti yang Dibutuhkan, KPU Kota Malang Mengikuti Sidang PHPU DPR di Mahkamah Konstitusi

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 11 July 2019


Jakarta-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang hadir di Jakarta dalam acara persiapan sidang Perkara Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, dengan membawa Daftar Alat Bukti (DAB) yang dibutuhkan dalam persidangan. Oleh KPU Propinsi dan KPU RI, DAB tersebut dikoordinasikan dan kumpulkan jadi satu untuk selanjutnya dibawa ke Mahkamah Konstistusi (MK) sebelum persidangan dimulai.

Kegiatan persiapan alat bukti tersebut dilakukan bersama - sama dengan KPU Kabupaten/Kota dan KPU Provinsi di seluruh Indonesia, sejak tanggal 5-8 Juli 2019, dan dipusatkan di hotel Grand Mercure Harmoni Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

Dalam Pemilihan Umum 2019, terdapat satu permohonan Perkara Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pileg di Kota Malang, dengan register perkara Nomor 124-12-14/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019, yaitu untuk pengisian kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Jatim Dapil V, dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan H. Totok Daryanto SE.

KPU Kota Malang dalam menghadapi sengketa Pemilihan Legislatif 2019 tersebut telah menyiapkan alat bukti dari rekapitulasi ditingkat Kota hingga Kelurahan.

“Untuk persiapan menghadapi sengketa PHPU Pileg 2019 ini, kami telah menyiapkan alat bukti rekapitulasi dari DB, DA, dan DAA,” ujar Izzudin, divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Malang.

“Supaya dalam persidangan pertama ini tidak ada kesulitan jika sewaktu-waktu diminta alat bukti tambahan atau susulan,” tambahnya disela-sela persiapan sidang PHPU.

Dalam persiapan alat bukti tersebut juga telah berkoordinasi dengan Kasubbag Hukum KPU Kota Malang, Antung Amiludinsyah, karena dalam persidangan pertama adalah agenda pembacaan perkara dan tuntutan yang diminta oleh pemohon dihadapan Hakim Mahkamah Konstitusi yang dilaksanakan pada Tanggal 9 Juli 2019.

“Jadi, semua kebutuhan alat bukti harus benar-benar kami siapkan, mulai DB, DA, dan DAA. Alat bukti tersebut masing-masing kami leges 1 kali, dan digandakan sesuai kebutuhan persidangan yaitu 5 kali,” tambah pria yang kerap dipanggil 'Jendral' tersebut.


(ADMIN)