Beranda / Berita

PILKADA 2020 DAN TANTANGAN DEMOKRASI KITA

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 21 February 2020


Malang – Pada Hari Rabu Tanggal 21 Februari Tahun 2020 KPU Kota Malang bersama dengan KPU Provinsi Jawa Timur, serta KPU Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilihan tahun 2020 memenuhi undangan Simposium Kebangsaan “Menakar Kualitas Demokrasi Indonesia Menuju Pemilihan Serentak Tahun 2020” yang diadakan oleh Senat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Pukul 13.00 sampai dengan 17.00 WIB di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang.

Hadir sebagai salah satu Pemateri pada acara tersebut adalah Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi. Materi yang disampaikan berjudul “PILKADA 2020
DAN TANTANGAN DEMOKRASI KITA”.

Dihadapan para undangan Pramono Ubaid Tanthowi menyampaikan, “Perkembangan Demokrasi di Indonesia telah berkembang sangat pesat, hal tersebut terwujud pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah. Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 merupakan Pemilihan Serentak ke-4 sebelum seluruh Pemilihan diselenggarakan serentak pada Tahun 2024.”

“Gelombang Pertama pada Tanggal 9 Desember 2015, pada 269 Daerah, 9 Provinsi, 36 Kota, dan 224 Kabupaten/Kota. Gelombang Kedua pada Tanggal 15 Februari 2017 di 101 Daerah, 7 Provinsi, 18 Kota, dan 76 Kabupaten/Kota. Sedangkan untuk Gelombang Ketiga pada Tanggal 27 Juni 2018 pada 171 Daerah, 17 Provinsi, 39 Kota, dan 115 Kabupaten/Kota. Kemudian yang sedang berjalan Gelombang Keempat pada Tanggal 23 September 2020 di 270 Daerah, 9 Provinsi, 37 Kota, dan 224 Kabupaten/Kota. Jika tidak ada perubahan, pada Tahun 2024 akan dilaksanakan Pemilu Nasional Pada Bulan April Tahun 2024 dan Pemilihan serentak nasional di tahun yang sama.” Jelas Pramono Ubaid Tanthowi.

Dengan demikian pembangunan demokrasi di Indonesia terus dilakukan untuk menunjang pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020 yang Luber dan Jurdil, mewujudkan penyelenggara Pemilihan yang berintegritas, meningkatkan tingkat partisipasi dan kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara pada Pemilihan.

“Pembangunan demokrasi membutuhkan dorongan dan konsistensi yang kuat.” Pungkasnya.


(ADMIN)