Beranda / Berita

STRATEGI MENANGKAL HOAX PADA PEMILU DAN PEMILUKADA

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 4 November 2019


Malang – Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Malang Muhammad Toyib beserta Kepala Subbag Teknis dan Hupmas Edy Wuryanto mengikuti Bimtek Strategi Sosialisasi Dalam Rangka Peningkatan Masyarakat Bersama KPU Kabupaten / Kota Se Jawa Timur di Bondowoso. Acara tersebut diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur.
Salah satu materi menarik dalam Bimbingan Teknis tersebut adalah Strategi Menangkal Hoax Pilkada dan Pemilu Melalui Meme dan Kartun dari Kartunis Legendaris Wahyu Kokkang Jawa Pos. Dalam materinya disampaikan bahwa hoax dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diterjemahkan menjadi hoks yang berarti “berita bohong”.
Sebagaimana diketahui, dalam perhelatan besar Pemilu Tahun 2019 kemarin tidak sedikit terdapat berita dengan judul provokatif dan sensasional yang belum tentu kebenarannya. Utamanya pada masa kampanye di media social.
Ciri – ciri Hoax menurut Dewan Pers diantaranya ; dapat mengakibatkan kecemasan, kebencian, dan permusuhan, sumber berita tidak jelas, bermuatan fanatisme atas nama ideologi, judul dan pengantarnya provokatif, memberikan penghukuman serta menyembunyikan fakta dan data.
Terdapat bermacam – macam jenis hoax, yaitu ; hoax virus, hoax kirim pesan berantai, hoax black campaign, hoax hadiah gratis, hoax kisah menyedihkan, dan hoax pencemaran nama. Dampak tersebarnya hoax dimasyarakat, yaitu membuang waktu dan uang, pengalihan isu, penipuan publik, serta pemicu kepanikan publik.
Terhadap Hoax yang beredar di masyarakat apalagi terkait Pemilu dan Pemilukada, KPU dapat menyampaikan atau mensosialisasikan kepada masyarakat untuk banyak membaca, melihat, dan mendengar. Ketika masyarakat membaca berita atau informasi di media cetak, media online, ada baiknya masyarakat juga bijak mencari referensi dengan membaca atau mendengar berita di radio, serta melihat berita di TV sebagai pembanding.
Selain itu, dapat diberitahukan juga kepada masyarakat untuk bergabung dengan komunitas anti hoax. Di Indonesia terdapat banyak komunitas untuk memerangi peredaran berita hoax, diantaranya Indonesia Hoax Busters, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia. Selain itu hoax juga dapat dilaporkan dengan melakukan screen capture disertai url link untuk dikirimkan ke aduankonten@mail.kominfo.go.id.
Pemateri yang berasal dari Jawa Pos tersebut memaparkan juga strategi menangkal hoax dengan meme dan kartun. Meme menurut KBBI adalah ide, perilaku, atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah budaya; cuplikan gambar dari acara televisi, flm, dan sebagainya atau gambar-gambar buatan sendiri yang dimodifkasi dengan menambahkan kata-kata atau tulisan-tulisan untuk tujuan melucu dan menghibur. Tips dalam pembuatan meme untuk sosialisasi Pemilu dan Pemilukada, yaitu ; gambar atau foto peristiwa yang dipakai harus mudah dipahami publik, menggunakan foto tokoh terkenal, lucu, atau unik, menggunakan kata-kata yang lugas tidak membingungkan, kental unsur humor, serta tidak memuat SARA.
Selain dengan meme dijelaskan bahwa Kartu juga sangat efektif untuk menangkal hoax. Hal tersebut dikarenakan kartu sangat disukai semua golongan usia. Metode kartun sebagai bentuk gambar lebih mudah dipahami daripada tulisan. Selain itu metode gambar ini mudah untuk disosialisasikan di masyarakat, atau instansi melalui berbagai media. Tips dalam menggunakan media kartun untuk sosialisasi Pemilu dan Pemilukada diantaranya ; menggunakan warna yang mencolok, gambar tidak terlalu banyak, menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak terlalu panjang, dapat memuat ajakan dan himbauan yang positif, kental dengan unsur humor, serta tidak memuat SARA.
Tidak hanya penjelasan terkait penggunaan meme dan kartun sebagai media sosialisasi, menjelang pemilukada 2020 beberapa hal dapat dilakukan untuk menangkal Hoax berdasarkan pemaparan dari Wahyu Kokkang diantaranya ; Memberi edukasi dan pemahaman tentang bahaya hoax menggunakan meme dan kartun mulai dari komunitas terkecil yaitu keluarga, dimulai dari grup WA keluarga, berlanjut ke komunitas yang lebih luas. Melibatkan peran aktif remaja dan generasi muda dalam menyebarkan virus anti hoax melalui kelompok-kelompok diskusi di Karang Taruna, Kelurahan, Kecamatan, dsb. Dalam penggunaan meme dan kartun anti hoax di masyarakat (dicetak dan ditempelkan di pos kamling, balai RT/RW, kantor kelurahan, kecamatan, sekolah-sekolah, dst). Selain itu dengan menanamkan perilaku anti hoax kepada anak dan remaja melalui lomba-lomba meme dan kartun di sekolah, komunitas, atau lembaga pendidikan yang lain


(ADMIN)