Beranda / Berita

UNTUK KELIMA KALINYA KPU KOTA MALANG MENJADI NARASUMBER DALAM WEBINAR MATA KULIAH SISTEM POLITIK, KEPARTAIAN, DAN PEMILU LAB ILMU PEMERINTAHAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Ditulis Oleh: ADMIN Tanggal: 29 July 2021


Laboratorium Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang kembali menyelenggarakan Webinar Mata Kuliah sistem Politik, Kepartaian, dan Pemilu (28/72021), kali ini bertajuk “Peluang dan Tantangan Penerapan Teknologi Informasi dalam teknis Pungut Hitung dan Rekapitulasi.” Selain untuk mempersiapkan diri menyongsong tahun politik 2024, webinar ini juga merupakan bentuk edukasi Pemilu kepada mahasiswa dan masyarakat.

Webinar ini dihadiri oleh tiga anggota Komisi Pemilihan Umum, di antaranya Deny Rachmat Bachtiar (Anggota KPU Kota Malang), Nurhasin (Anggota KPU Kabupaten Malang), dan Erfanudin (Anggota KPU Kota Batu). Ketiganya merupakan penanggungjawab bagian teknis penyelenggaraan di lembaga masing-masing, dengan kata lain merupakan narasumber yang tepat untuk membahas tema webinar tersebut. Webinar ini dipandu oleh Asisten Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMM, Hendrawan Achmad Jofari.

Webinar ini secara umum merangkum evaluasi sistem hitung dan rekapitulasi pada Pemilu Serentak 2019 dan 2020 yang memanfaatkan teknologi informasi. Pada pemilihan 2019, KPU RI menggunakan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) untuk memudahkan proses penghitungan suara. Namun berdasarkan rancangan perubahan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 Tahun 2018 tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada, KPU mengganti istilah Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) dengan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) pada Pilkada Serentak 2020.

Perwakilan KPU Kota Malang, Deny Rachmat Bachtiar memaparkan meteri sistem pungut-hitung mulai dari definisi hingga cara penerapannya. Selain itu, Deny juga memberikan gambaran konteks penggunaan teknologi dalam Pemilu dan contoh dari beberapa negara yang sudah menerapkan teknologi tersebut. Deny menekankan bahwa ukuran kemajuan Pemilu tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi, dan bahwa teknologi digunakan berdasarkan kebutuhan. “Hal terpenting adalah, dalam Pemilu segala permasalahan-permasalahan dalam pelaksanaannya nanti dapat diatasi, baik dengan cara manual maupun memanfaatkan teknologi,” terang Deny.

Lebih lanjut Deny menyampaikan bahwa, meskipun begitu, pemanfaatan teknologi, dalam konteks Pemilu di Indonesia memang dibutuhkan, mengingat banyaknya suara yang dipungut. “Pemilu di Indonesia membutuhkan sebuah teknologi untuk efektivitas pemungutan dan penghitungan suara, selain itu diharapkan juga ke depannya, pemanfaatan teknologi juga dapat meminimalisir adanya perselisihan atau sengketa dalam Pemilu,” pungkas Deny.

Sementara itu Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Batu Erfanudin memaparkan fungsi-fungsi mendasar teknologi informasi. “Yakni untuk merincian catatan-catatan (mengcapture), mengolah informasi, menghasilkan informasi, menyimpan dan merekam data informasi, serta mengirim data,” jelas Erfan.

Kepada peserta webinar yang terdiri dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Erfan juga menambahkan, dalam tahapan Pemilu 2019, KPU beserta jajarannya telah banyak memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi, seperti dalam penerapan aplikasi pada Tahapan Pemilu, seperti, Pemutakhiran Data Pemilih (Sidalih), Verifikasi Parpol (Sipol), Pencalonan (Silon), Pendapilan (Sidapil), Proses Rekapitulasi Hasil Pemilu (Situng), dan Pelaporan Dana Kampanye (Sidakam).

Penggunaan teknologi informasi pada tahapan Pemilu telah banyak diaplikasikan. Pada Pemilu tahun 2004, yakni dengan menggunakan komputer berbasis teknologi informasi sampai tingkat kecamatan. Kemudian pada pemilu Tahun 2009, sudah dimuali scanning/digitalisasi Fomulir C1 dengan tabulasi nasional/elektronik. “Sementara itu di Pemilu Tahun 2014 sampai Pemilu 2019, berkembang, objek scanning dan publikasi terdiri dari C1, DA1, DB1, dan DC1, sedangkan di Pemilihan Tahun 2020 menggunakan foto atau scan C-Hasil,” terang Erfan
Lebih lanjut, Komisioner KPU Kabupaten Malang, Nurhasin juga turut menyampaikan materi “Penggunaan Sirekap Mobile Sebagai Penerapan Teknologi Informasi Pada Tahapan Penghitungan Suara”. Dijelaskan oleh Nurhasin bahwa aplikasi Sirekap Mobile telah diterapkan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang Tahun 2020. “SIREKAP adalah Sistem Informasi Rekapitulasi Instrumen yang digunakan oleh KPU untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, mengurangi tingkat kesalahan, mempersingkat waktu, dan menjaga kemurnian hasil penghitungan suara, SIREKAP dirancang menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan Optical Mark Recognition (OMR) yang dapat mengubah objek tulisan angka dan tanda dalam gambar menjadi karakter angka,” terangnya.

“Faktor penting yang mendukung penggunaan aplikasi Sirekap ini adalah, SDM yang familiar dalam bidang IT, minimal dapat menguasai penggunaan smartphone khususnya petugas KPPS (Operator SIREKAP Mobile), kemudian perlengkapan seperti smartphone dan perangkat lunak aplikasi sirekap, kemudian identifikasi daerah yang memiliki infrastruktur jaringan internet hingga level TPS dengan koordinat yang sesuai dan lengkap,” jelas Nurhasin.


(ADMIN)